BANGSA HEBAT - "Sebelum ada WhatsApp, telepon, bahkan surat, bagaimana manusia mengungkapkan rasa rindu?"
Halo semuanya, Sonya di sini!
Coba bayangkan.
Hari ini kalian bisa mengirim pesan hanya dalam hitungan detik.
Bisa video call.
Bisa mengirim foto.
Bahkan bisa melihat aktivitas seseorang hampir setiap hari melalui media sosial.
Tapi pernahkah kalian bertanya...
Bagaimana manusia mengungkapkan rasa rindu ribuan tahun yang lalu?
Saat belum ada internet.
Belum ada telepon.
Belum ada surat.
Belum ada tulisan modern.
Apakah mereka juga pernah berkata,
"Aku kangen kamu?"
Atau justru rasa rindu adalah emosi yang baru muncul di zaman modern?
Ternyata jawabannya sangat mengejutkan.
Rindu Sudah Ada Sejak Manusia Pertama Hidup Berkelompok
Para ilmuwan percaya bahwa rasa rindu muncul jauh sebelum manusia mengenal bahasa modern.
Mengapa?
Karena manusia adalah makhluk sosial.
Sejak zaman purba, manusia hidup dalam kelompok.
Mereka berburu bersama.
Melindungi satu sama lain.
Membesarkan anak bersama.
Ketika seseorang pergi berburu dan belum kembali, anggota kelompok lainnya kemungkinan besar merasakan sesuatu yang mirip dengan apa yang kita sebut hari ini sebagai rindu.
Artinya, rasa rindu mungkin sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu.
Jauh sebelum kata "kangen" ditemukan.
Kata-Kata Rindu Tertua Ternyata Sudah Berusia Ribuan Tahun
Menariknya, beberapa tulisan kuno yang ditemukan para arkeolog menunjukkan bahwa manusia sudah menuliskan perasaan rindu sejak ribuan tahun lalu.
Di wilayah Mesopotamia, salah satu peradaban tertua di dunia, ditemukan tablet tanah liat yang berisi pesan-pesan pribadi.
Sebagian di antaranya menggambarkan kerinduan terhadap pasangan yang sedang berada jauh.
Di Mesir Kuno juga ditemukan puisi cinta yang menggambarkan seseorang yang terus memikirkan orang yang dicintainya.
Meskipun kalimatnya tidak persis berbunyi,
"Aku kangen kamu."
Maknanya sangat mirip.
Rindu Ternyata Ada Dalam Hampir Semua Budaya
Hal yang menarik adalah hampir setiap budaya memiliki kata khusus untuk menggambarkan kerinduan.
Dalam bahasa Indonesia ada kata:
Rindu dan Kangen.
Dalam bahasa Inggris ada:
Miss You.
Dalam bahasa Portugis ada istilah terkenal:
Saudade.
Sebuah kata yang menggambarkan kerinduan mendalam terhadap seseorang atau sesuatu yang jauh.
Di berbagai belahan dunia, manusia ternyata menciptakan kata-kata yang berbeda untuk emosi yang sama.
Seolah-olah rindu adalah bahasa universal manusia.
Kenapa Rindu Terasa Menyakitkan?
Pernah tidak kalian merasa dada terasa sesak saat merindukan seseorang?
Ternyata itu bukan hanya perasaan.
Saat manusia memiliki hubungan emosional yang kuat, otak membentuk ikatan sosial.
Ketika orang yang penting bagi kita tidak ada di dekat kita, otak menyadari adanya "kehilangan sementara".
Respons inilah yang memunculkan perasaan rindu.
Karena itu rindu sering terasa seperti campuran antara bahagia dan sedih.
Bahagia karena pernah memiliki kenangan.
Sedih karena saat itu kenangan tersebut tidak bisa diulang.
Apakah Rindu Hanya Untuk Pasangan?
Ternyata tidak.
Manusia bisa merindukan banyak hal.
Merindukan orang tua.
Merindukan sahabat lama.
Merindukan rumah masa kecil.
Merindukan sekolah.
Merindukan seseorang yang sudah meninggal.
Bahkan ada orang yang merindukan suasana tertentu dalam hidupnya.
Misalnya suasana Lebaran waktu kecil.
Atau masa ketika hidup terasa lebih sederhana.
Jadi sebenarnya yang dirindukan bukan selalu seseorang.
Kadang yang dirindukan adalah sebuah waktu.
Sebelum Ada WhatsApp, Bagaimana Orang Mengobati Rindu?
Nah, ini bagian yang menarik.
Dulu, seseorang mungkin harus menunggu berbulan-bulan untuk menerima kabar.
Bayangkan seorang pelaut yang berlayar selama berbulan-bulan.
Atau seorang prajurit yang pergi jauh dari keluarganya.
Mereka tidak bisa mengirim pesan setiap hari.
Tidak bisa video call.
Tidak bisa melihat foto terbaru.
Karena itulah surat menjadi sangat berharga.
Setiap kata dalam surat memiliki makna emosional yang besar.
Bahkan banyak surat cinta kuno yang masih disimpan hingga sekarang karena dianggap begitu berharga.
Apakah Rindu Itu Kebutuhan Biologis?
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa sebagian dari rasa rindu memang berkaitan dengan kebutuhan biologis manusia untuk terhubung dengan orang lain.
Sejak dulu, manusia yang hidup bersama kelompok memiliki peluang bertahan hidup yang lebih besar.
Karena itu otak kita berkembang untuk menghargai hubungan sosial.
Ketika hubungan tersebut terpisah, muncul sinyal emosional yang kita kenal sebagai rindu.
Namun rindu bukan hanya soal biologi.
Ada juga unsur psikologis, kenangan, kasih sayang, dan pengalaman hidup yang membuat setiap rasa rindu terasa unik.
Rindu Adalah Bukti Bahwa Seseorang Pernah Berarti
Mungkin inilah alasan mengapa rindu menjadi salah satu emosi paling kuat yang pernah dirasakan manusia.
Kita tidak merindukan semua orang.
Kita tidak merindukan semua momen.
Kita hanya merindukan sesuatu yang pernah memiliki arti dalam hidup kita.
Karena itu rindu sering dianggap sebagai bukti bahwa seseorang pernah meninggalkan jejak di hati kita.
Penutup
Jadi sekarang kita tahu bahwa rasa rindu bukanlah emosi baru yang muncul karena teknologi modern.
Jauh sebelum WhatsApp.
Jauh sebelum telepon.
Bahkan jauh sebelum surat.
Manusia sudah merasakan kerinduan.
Mungkin bentuk ungkapannya berbeda.
Mungkin bahasanya berbeda.
Tetapi perasaannya tetap sama.
Karena sejak ribuan tahun lalu hingga hari ini, manusia tetap memiliki satu kesamaan.
Kita semua pernah merindukan seseorang.
Nah sekarang Sonya penasaran...
Siapa orang pertama yang muncul di pikiran kalian saat mendengar kata "rindu"?
Tulis di kolom komentar ya!
Saya Sonya.
Dan ini adalah...
BERITA APA? 🎤✨



Komentar0
Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama & Rasis
Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com