BANGSAHEBAT.COM - SUARA MANUSIA – BANGSAHEBAT.COM
Dituturkan oleh Narasumber Warga kepada Tim BangsaHebat.com
Saya menulis ini bukan karena benci pada program pemerintah. Justru sebaliknya, saya termasuk orang yang ingin percaya. Ingin yakin bahwa negara benar-benar hadir membantu rakyat kecil, khususnya pelaku usaha mikro yang berjuang dari nol.
Namun, setelah apa yang saya alami sendiri, saya merasa ada sesuatu yang salah. Dan kesalahan ini tidak bisa terus ditutup dengan jargon manis.
Melalui Tim BangsaHebat.com, izinkan saya menyuarakan kegelisahan yang juga dirasakan banyak rakyat kecil di luar sana:
tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang katanya tanpa agunan di bawah Rp100 juta, tetapi kenyataannya masih saja diminta jaminan.
Kalau memang harus pakai agunan, katakan saja dari awal.
Jangan memberi harapan, lalu menariknya kembali perlahan.
KUR: Harapan Besar bagi Usaha Kecil
Bagi kami, rakyat kecil yang punya usaha warung, bengkel kecil, petani, pedagang kaki lima, hingga UMKM rumahan, KUR adalah harapan.
Bukan karena bunganya rendah saja, tapi karena narasi yang dibangun:
“KUR di bawah Rp100 juta tanpa agunan.”
Kalimat ini terdengar seperti pintu terbuka lebar. Seolah negara berkata:
“Kalau kamu mau berusaha, kami bantu.”
Maka kami pun datang dengan penuh harap.
Datang ke Bank dengan Modal Kepercayaan
Saya masih ingat betul perasaan pertama kali mengajukan KUR. Dengan membawa berkas seadanya, proposal usaha sederhana, dan niat yang tulus untuk berkembang.
Di kepala saya hanya satu:
“Ini program pemerintah, katanya dipermudah.”
Namun, perlahan harapan itu mulai runtuh satu per satu.
“Ada Agunan Pendukung, Pak/Bu?”
Pertanyaan itu datang pelan, tapi menghantam keras.
Awalnya saya pikir hanya formalitas. Tapi makin lama, pembicaraan makin mengarah ke satu hal: jaminan.
- Sertifikat rumah? Tidak ada
- BPKB mobil? Tidak punya
- BPKB motor? Nilainya tidak cukup
- Tanah? Masih warisan, belum balik nama
Lalu saya bertanya dengan polos:
“Bukannya KUR di bawah Rp100 juta tanpa agunan?”
Jawabannya singkat, tapi membingungkan:
“Secara aturan iya, tapi secara kebijakan bank kami tetap perlu pengamanan.”
Jadi yang Mana yang Benar?
Di sinilah kebingungan rakyat dimulai.
Di media, di baliho, di pidato, KUR digembar-gemborkan sebagai pinjaman tanpa agunan. Tapi di lapangan, rakyat berhadapan dengan realita perbankan yang berbeda cerita.
Kalau memang bank tetap boleh meminta jaminan, lalu:
- Untuk siapa sebenarnya KUR tanpa agunan itu?
- Rakyat kecil seperti apa yang dianggap “layak”?
- Apa arti kebijakan jika bisa ditafsirkan berbeda di setiap kantor cabang?
Kami bukan ahli hukum. Kami hanya rakyat yang mencoba mengikuti aturan.
Antara Aturan Pusat dan Praktik Lapangan
Dari yang saya rasakan, masalahnya bukan pada satu orang, tapi pada celah kebijakan.
Di pusat, aturan terdengar ramah.
Di lapangan, pelaksanaannya penuh syarat.
Bank tentu ingin aman. Itu bisa dimengerti. Tapi ketika keamanan bank dibebankan sepenuhnya ke rakyat kecil, di situlah ketidakadilan terasa.
Rakyat diminta percaya, tapi bank tidak mau mengambil sedikit risiko.
Usaha Kecil Disuruh Berkembang, Tapi Dibatasi
Kami sering mendengar motivasi:
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi.”
Tapi bagaimana kami bisa menjadi tulang punggung, jika untuk berdiri saja sudah dipersulit?
Kami disuruh berkembang, tapi:
- Modal dibatasi
- Akses dipersempit
- Risiko ditanggung sendiri
Sementara yang sudah besar, justru lebih mudah mendapat kepercayaan.
Belajar Terus, Tapi Pintu Tetap Tertutup
Kami disuruh belajar:
- Belajar manajemen
- Belajar pembukuan
- Belajar pemasaran
- Belajar digitalisasi
Kami ikuti. Pelan-pelan, seadanya.
Tapi ketika kami datang membawa hasil belajar itu ke bank, yang ditanya tetap sama:
“Agunannya apa?”
Seolah-olah semua usaha belajar kami tidak cukup bernilai tanpa jaminan fisik.
KUR Jadi Angin Segar yang Tak Pernah Bisa Dihirup
Inilah yang paling menyakitkan.
KUR digambarkan sebagai angin segar bagi rakyat kecil. Tapi bagi kami, angin itu hanya terasa lewat, tidak pernah benar-benar bisa dihirup.
Kami melihat iklannya.
Kami mendengar pidatonya.
Kami membaca beritanya.
Tapi ketika kami mengulurkan tangan, yang kami dapat hanya penolakan halus.
Siapa yang Akhirnya Bisa Mengakses KUR?
Dari pengamatan saya, yang akhirnya lolos KUR adalah mereka yang:
- Sudah punya aset
- Sudah relatif mapan
- Sudah punya jaminan
Lalu pertanyaannya:
Di mana posisi rakyat kecil yang benar-benar nol?
Kalau mereka yang sudah kuat yang dibantu, lalu kapan giliran yang lemah?
Kami Tidak Menolak Aturan, Kami Menolak Ketidakjelasan
Perlu ditegaskan, kami bukan anti aturan. Kami bukan ingin pinjam tanpa tanggung jawab.
Kalau memang KUR tetap butuh agunan, katakan dengan jujur. Jangan bungkus dengan kalimat manis yang membuat rakyat berharap.
Kejujuran kebijakan jauh lebih penting daripada pencitraan.
SUARA MANUSIA: Kami Ingin Kepastian, Bukan Janji
Melalui kanal SUARA MANUSIA di BangsaHebat.com, saya ingin menyampaikan satu hal sederhana:
Rakyat kecil tidak butuh janji besar, kami butuh kepastian yang bisa diakses.
- Jika tanpa agunan, pastikan benar-benar tanpa agunan
- Jika perlu agunan, jelaskan secara terbuka
- Jika bank punya kebijakan sendiri, jangan bertentangan dengan narasi publik
Negara Jangan Hanya Hadir di Spanduk
Kami sering melihat spanduk KUR terpampang besar. Tapi negara jangan hanya hadir di spanduk dan slogan.
Negara harus hadir:
- Di meja pelayanan
- Di ruang wawancara kredit
- Di keputusan nyata yang berpihak
Karena dari situlah kepercayaan dibangun.
Jangan Salahkah Rakyat Jika Mereka Mulai Ragu
Jika hari ini rakyat mulai ragu pada program pemerintah, jangan langsung menyalahkan rakyat.
Ragu itu lahir dari pengalaman.
Kecewa itu lahir dari harapan yang tidak terpenuhi.
Kami masih ingin percaya.
Kami masih ingin berusaha.
Tapi tolong, jangan beri kami angin segar yang tidak bisa kami hirup.
.png)


Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com