BANGSAHEBAT.COM - Halo, Bangsa dan Rakyat.
Dalam politik Indonesia yang didominasi elite, oligarki, dan kompromi kekuasaan, ada satu jalur yang selalu tampak sepi namun tak pernah benar-benar mati: politik perlawanan kelas pekerja. Di jalur inilah nama Said Iqbal berdiri—keras, vokal, dan sering kali tidak nyaman bagi banyak pihak.
Said Iqbal bukan politisi salon. Ia tidak lahir dari ruang rapat berpendingin udara atau meja makan elite. Ia lahir dari jalanan demonstrasi, dari teriakan buruh, dari negosiasi panjang yang sering kali berakhir setengah menang. Ketika ia kemudian memimpin Partai Buruh, publik dengan cepat memberi label: partai kecil, medioker, sulit tumbuh.
Namun politik tidak selalu tentang siapa yang besar hari ini. Kadang ia tentang siapa yang bertahan paling lama membawa isu.
Artikel PUTRI kali ini akan mengajak Bangsa dan Rakyat menelusuri perjuangan karier Said Iqbal dalam dunia politik, memahami fokus ideologis Partai Buruh, serta mengurai gejolak dan resistensi yang muncul dari partai yang kerap diremehkan ini—tanpa glorifikasi, tanpa meremehkan, dan tanpa menutup mata pada realitas politik yang keras.
Said Iqbal: Aktivis, Bukan Produk Politik Instan
Said Iqbal dikenal publik jauh sebelum ia dikenal sebagai ketua partai. Namanya lekat dengan gerakan buruh nasional, terutama melalui perannya di Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Di titik ini, Said Iqbal bukan sedang mengejar jabatan. Ia sedang membangun kapital sosial di kalangan pekerja.
Puluhan tahun ia berkutat pada isu upah minimum, outsourcing, jaminan sosial, dan perlindungan tenaga kerja. Jalan ini bukan jalan yang menjanjikan popularitas luas. Media sering kali hanya meliput buruh saat demonstrasi memacetkan jalan.
Namun di situlah konsistensi Said Iqbal terbentuk: politik sebagai alat advokasi, bukan sekadar elektoral.
Dari Jalanan ke Partai: Mengapa Partai Buruh Dihidupkan Kembali
Keputusan menghidupkan kembali Partai Buruh bukan keputusan emosional. Ia lahir dari frustrasi panjang.
Selama bertahun-tahun, isu buruh menjadi komoditas politik musiman. Mendekati pemilu, buruh dirayu. Setelah pemilu, buruh dilupakan. Said Iqbal membaca satu kesimpulan pahit: tanpa kendaraan politik sendiri, buruh akan selalu menjadi objek, bukan subjek.
Maka Partai Buruh diposisikan bukan sebagai partai massa besar, melainkan partai ideologis. Ini pilihan sadar—dan mahal harganya.
Fokus Partai Buruh: Isu yang Tidak Populer tapi Fundamental
Partai Buruh tidak menjual isu besar yang mudah viral. Fokusnya justru pada hal-hal yang sering dianggap teknis, rumit, dan tidak seksi secara elektoral:
- Upah layak dan sistem pengupahan adil
- Penolakan sistem kerja eksploitatif
- Jaminan sosial dan pensiun pekerja
- Perlindungan buruh kontrak dan informal
- Penolakan regulasi yang merugikan pekerja
Dalam lanskap politik yang gemar jargon, fokus ini membuat Partai Buruh tampak kaku. Namun justru di situlah identitasnya.
Gejolak Internal dan Eksternal: Ujian Partai Kelas Pekerja
Bangsa dan Rakyat,
Partai Buruh tidak lahir di ruang steril. Ia lahir di tengah konflik.
Secara internal, menyatukan berbagai serikat pekerja dengan kepentingan beragam bukan perkara mudah. Ego organisasi, perbedaan strategi, hingga perbedaan ideologis menjadi tantangan harian.
Secara eksternal, Partai Buruh menghadapi stigma: partai demonstran, partai pengganggu stabilitas, hingga partai yang tak akan pernah besar.
Gejolak ini bukan anomali. Ini adalah konsekuensi dari memilih jalur politik alternatif.
Cap Medioker: Realitas atau Strategi Bertahan?
Label medioker sering dilekatkan pada Partai Buruh karena capaian elektoralnya belum signifikan. Namun ukuran politik tidak selalu linear dengan suara.
Dalam banyak kasus, Partai Buruh justru berfungsi sebagai penekan isu. Ketika partai besar mulai mengadopsi narasi buruh, sering kali itu terjadi setelah tekanan panjang dari gerakan buruh.
Dengan kata lain, Partai Buruh mungkin tidak memenangi kursi, tetapi ia memaksa agenda.
Said Iqbal sebagai Figur Politik: Kuat di Isu, Lemah di Kompromi?
Said Iqbal sering dinilai terlalu keras, terlalu frontal, dan sulit berkompromi. Penilaian ini tidak sepenuhnya salah—dan tidak sepenuhnya keliru.
Dalam politik arus utama, fleksibilitas adalah mata uang. Namun bagi gerakan buruh, konsistensi sering kali lebih dihargai daripada keluwesan.
Said Iqbal memilih berdiri pada spektrum yang jelas. Konsekuensinya, ia jarang diterima sebagai figur penengah. Namun ia dipercaya sebagai penjaga isu.
Partai Buruh dan Politik Jalanan
Tidak seperti partai lain yang mengandalkan baliho dan panggung elite, Partai Buruh tetap menjadikan aksi massa sebagai instrumen politik.
Ini membuatnya unik sekaligus rentan. Aksi jalanan mudah disalahartikan sebagai gangguan, bukan ekspresi demokrasi.
Namun bagi Said Iqbal, jalanan adalah ruang politik sah—tempat suara yang tidak terdengar bisa dipaksa hadir.
Mengapa Partai Buruh Sulit Tumbuh Besar?
Beberapa faktor struktural membuat Partai Buruh menghadapi jalan terjal:
- Basis pemilih buruh yang tersebar dan tidak homogen
- Tekanan ekonomi yang membuat buruh fokus bertahan hidup, bukan berpolitik
- Sistem pemilu yang lebih menguntungkan partai besar
- Minimnya akses logistik dan media
Ini bukan pembenaran, melainkan konteks.
Said Iqbal dan Pilihan Politik Jangka Panjang
Bangsa dan Rakyat,
Said Iqbal tampaknya memahami satu hal: Partai Buruh bukan proyek lima tahunan. Ia adalah proyek panjang.
Ia mungkin tidak akan mencatat kemenangan cepat. Namun ia berpotensi mencatat ketahanan ideologis.
Dalam sejarah politik dunia, banyak partai buruh lahir kecil, diremehkan, lalu menjadi arus utama setelah puluhan tahun konsistensi.
Bangsa dan Rakyat,
Said Iqbal dan Partai Buruh mengingatkan kita bahwa demokrasi bukan hanya tentang siapa yang berkuasa, tetapi siapa yang terus berbicara meski tak didengar.
Label medioker mungkin akan terus melekat. Namun sejarah sering kali tidak ditentukan oleh label, melainkan oleh keteguhan.
Di tengah politik yang semakin pragmatis, keberadaan Partai Buruh adalah pengingat: masih ada yang memilih bertahan di pinggir, demi menjaga satu isu tetap hidup.
Saya PUTRI. Sampai jumpa di Spesial Politik berikutnya.
.png)


Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com