TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Jeritan Warga Kecil: Harga Gas LPG 3 Kg Masih Rp25 Ribu, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Hak Rakyat?


BANGSAHEBAT.COM
 - SUARA MANUSIA – BANGSAHEBAT.COM

Oleh: Narasumber Warga | Dituturkan kepada Tim BangsaHebat.com

Saya menulis ini bukan sebagai orang pintar, bukan pula sebagai pejabat atau ahli ekonomi. Saya hanya rakyat kecil. Seorang warga biasa yang setiap hari berjuang mengatur pengeluaran rumah tangga agar dapur tetap menyala. Namun hari ini, saya merasa ada yang tidak beres, dan suara ini perlu sampai ke telinga yang lebih luas.

Melalui Tim BangsaHebat.com, saya ingin menyuarakan kegelisahan yang sudah lama kami rasakan: harga gas LPG 3 kilogram yang masih saja berada di angka Rp25.000, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.

Kami lelah diam. Kami lelah mengeluh di warung. Kami lelah hanya bisa pasrah.

Ini bukan sekadar soal gas. Ini soal keadilan.

Gas LPG 3 Kg: Barang Subsidi yang Terasa Mewah

Gas LPG 3 kg adalah hak rakyat kecil. Dari awal, tabung hijau ini diciptakan untuk membantu masyarakat kurang mampu: pedagang kecil, buruh harian, ibu rumah tangga, lansia, dan mereka yang hidup dari penghasilan pas-pasan.

Namun realitanya, di lapangan harga gas LPG 3 kg sudah seperti barang premium.

Di lingkungan saya, harga gas tidak lagi berkisar Rp16.000–Rp19.000 seperti yang sering disebut pemerintah. Yang kami temui adalah angka Rp22.000, Rp23.000, bahkan Rp25.000 per tabung. Dan ironisnya, harga ini seolah sudah menjadi “harga wajar” yang diterima semua orang, karena tidak ada pilihan lain.

Kalau butuh masak hari ini, ya harus beli. Mau mahal atau tidak.

“Kalau Tidak Mau, Jangan Beli” — Kalimat yang Menyakitkan

Beberapa kali saya bertanya ke pengecer, kenapa harga gas LPG 3 kg mahal. Jawabannya hampir selalu sama:

“Saya juga ambil mahal, Bu/Pak.”
“Dari sananya sudah segitu.”
“Kalau nggak mau, jangan beli.”

Kalimat terakhir itu yang paling menyakitkan.

Bagaimana mungkin kami tidak membeli? Gas adalah kebutuhan pokok. Kami bukan membeli rokok atau barang mewah. Kami membeli alat untuk memasak makan keluarga.

Seolah-olah, rakyat kecil dipaksa memilih antara makan atau tidak makan.

Di Mana Harga Eceran Tertinggi (HET)?

Pemerintah sering menyebut Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai bentuk perlindungan. Namun di lapangan, HET itu seperti angka di atas kertas.

Kami jarang melihat pengawasan nyata. Tidak ada papan harga. Tidak ada sanksi tegas. Tidak ada penertiban yang benar-benar terasa.

Kalau HET memang berlaku, mengapa hampir semua pengecer menjual di atas harga tersebut?
Kalau itu salah, mengapa praktik ini berlangsung bertahun-tahun tanpa perubahan?

Pertanyaan ini yang membuat kami bertanya-tanya:
Apakah negara benar-benar hadir?

Subsidi Negara, Tapi Beban di Rakyat

Kami tahu, gas LPG 3 kg disubsidi negara. Artinya, ada uang rakyat di dalamnya. Tapi ironisnya, rakyat justru tidak menikmati subsidi itu secara utuh.

Subsidi seakan menguap di tengah rantai distribusi.

Yang merasakan keuntungan siapa?
Yang menanggung beban siapa?

Jawabannya sudah jelas.

Pedagang Kecil Paling Tersiksa

Saya melihat sendiri dampaknya pada pedagang kecil. Warung makan sederhana, penjual gorengan, tukang nasi uduk, penjual bakso keliling.

Mereka menggunakan gas LPG 3 kg untuk mencari nafkah. Ketika harga gas melonjak:

  • Modal naik
  • Keuntungan menipis
  • Harga jual tidak bisa ikut naik
  • Akhirnya, yang dikorbankan adalah kualitas atau porsi

Ini lingkaran setan yang tidak pernah selesai.

Ibu Rumah Tangga Menghitung dengan Air Mata

Sebagai ibu rumah tangga, atau sebagai kepala keluarga, kami dipaksa menghitung ulang setiap rupiah. Harga beras naik. Minyak goreng naik. Sekarang gas pun ikut mencekik.

Rp25.000 mungkin kecil bagi sebagian orang. Tapi bagi kami, itu bisa berarti:

  • Lauk yang dikurangi
  • Jatah uang sekolah yang dipotong
  • Atau menunda kebutuhan lain

Kami tidak menuntut kemewahan. Kami hanya ingin harga yang adil.

Mengapa Kelangkaan Selalu Terjadi?

Setiap kali harga naik, alasannya selalu sama:
“Gas langka.”

Tapi kelangkaan ini aneh. Selalu berulang. Selalu terjadi di waktu yang hampir sama. Dan selalu berdampak pada satu pihak saja: rakyat kecil.

Kami tidak pernah tahu ke mana gas itu mengalir. Kami hanya tahu satu hal: saat kami butuh, gas sulit dan mahal.

SUARA MANUSIA: Kami Tidak Meminta Banyak

Melalui BangsaHebat.com, saya ingin menegaskan bahwa kami tidak meminta subsidi ditambah, tidak meminta bantuan tunai, tidak meminta janji politik.

Kami hanya meminta:

  1. Harga LPG 3 kg sesuai HET
  2. Pengawasan distribusi yang nyata
  3. Sanksi tegas bagi penjual nakal
  4. Transparansi kepada rakyat

Itu saja. Sederhana, bukan?

Jangan Anggap Rakyat Kecil Tidak BersUara

Mungkin selama ini kami diam. Tapi bukan berarti kami tidak peduli. Kami hanya tidak punya saluran. Dan hari ini, melalui kanal SUARA MANUSIA, kami ingin didengar.

Suara ini bukan untuk menjatuhkan.
Bukan untuk memprovokasi.
Tapi untuk mengingatkan.

Bahwa kebijakan tanpa pengawasan adalah masalah.
Bahwa subsidi tanpa kontrol adalah celah.
Dan bahwa rakyat kecil bukan angka statistik.

Harapan Kami: Negara Hadir di Dapur Kami

Kami berharap tulisan ini dibaca oleh mereka yang punya kewenangan. Oleh pemerintah daerah. Oleh pengawas distribusi. Oleh siapa pun yang masih peduli.

Negara jangan hanya hadir di pidato.
Negara harus hadir di dapur kami.

Karena dari dapur yang menyala, ada anak-anak yang bisa makan. Ada pedagang kecil yang bertahan. Ada kehidupan yang berjalan.

Ini Bukan Keluhan, Ini Peringatan

Apa yang kami sampaikan bukan sekadar keluhan. Ini peringatan halus bahwa ketidakadilan kecil, jika dibiarkan, akan menjadi kemarahan besar.

Kami percaya, suara rakyat masih punya arti.

Dan hari ini, SUARA MANUSIA itu kami titipkan kepada BANGSAHEBAT.COM.

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.