BANGSAHEBAT.COM - Assalamu’alaikum anak-anak bangsa…
Ini emak Maya, nulis sambil ngupas bawang di dapur. Mata pedih, tapi hati lebih pedih lagi kalau lihat anak muda sekarang. Banyak yang sekolahnya tinggi, nilainya bagus, ijazahnya rapi, tapi begitu lulus… bingung mau ke mana hidupnya dibawa.
Emak sering dengar kalimat ini:
“Mak, aku lulus… tapi kok malah takut ya?”
Lulus kok takut?
Dulu emak mikir, lulus itu pintu bahagia. Sekarang, bagi banyak anak muda, lulus itu justru pintu kebingungan.
Sekolah Pintar, Tapi Tidak Siap Hidup
Emak bukan anti sekolah. Emak percaya pendidikan itu penting. Tapi emak juga jujur: banyak sekolah hari ini pintar di atas kertas, tapi gagal menyiapkan anak untuk hidup nyata.
Anak diajari:
- rumus panjang
- teori tinggi
- hafalan bertumpuk
Tapi jarang diajari:
- cara menghadapi gagal
- cara mengatur uang
- cara bertahan saat ditolak berkali-kali
Akhirnya apa?
Begitu keluar dari gerbang sekolah, anak muda seperti dilepas ke laut tanpa pelampung.
Ijazah Jadi Pajangan, Bukan Pegangan
Emak sering lihat anak muda bawa map cokelat ke mana-mana. Isinya ijazah, transkrip nilai, sertifikat ini-itu. Tapi di matanya ada satu hal yang sama: takut ditolak.
Lowongan kerja minta:
- pengalaman 2–3 tahun
- usia maksimal 25
- skill segudang
Lah, baru lulus mau dapat pengalaman dari mana?
Akhirnya banyak yang:
- minder
- merasa bodoh
- merasa sekolahnya sia-sia
Padahal bukan mereka yang salah. Sistemnya yang bikin anak muda serba salah.
Dididik untuk Nilai, Bukan untuk Makna
Sekolah sering mengajarkan anak untuk:
- mengejar nilai
- takut salah
- patuh tanpa bertanya
Anak pintar dapat pujian.
Anak gagal dapat label.
Padahal hidup itu bukan soal ranking. Hidup itu soal ketahanan mental. Tapi ini jarang diajarkan.
Emak pernah tanya ke anak muda:
“Kalau gagal, kamu ngapain?”
Jawabannya bikin emak terdiam:
“Aku panik, Mak.”
Artinya apa?
Artinya mereka tidak pernah diajari bahwa gagal itu bagian dari proses, bukan akhir segalanya.
Lulus, Tapi Kehilangan Arah
Banyak anak muda lulus bukan dengan rasa bangga, tapi dengan rasa:
- cemas
- kosong
- tidak berguna
Mereka bertanya:
- “Aku ini mau jadi apa?”
- “Kenapa aku sekolah lama-lama tapi tetap bingung?”
Di sinilah banyak anak mulai merasa tersesat. Bukan tersesat di jalan, tapi tersesat di kepala dan hati.
Kalau sudah begini, yang kuat bertahan.
Yang lelah… mencari jalan pintas.
Pelarian yang Salah Akibat Putus Harapan
Emak tidak heran kalau banyak anak muda akhirnya:
- terjebak judi online
- pinjaman online
- pekerjaan ilegal
- atau hidup tanpa tujuan
Karena ketika seseorang merasa tidak punya masa depan, dia akan mengambil apa saja yang terasa “cepat”.
Sekolah tidak pernah bilang:
“Kalau kamu bingung setelah lulus, itu normal.”
Yang ada justru:
“Kalau belum sukses, berarti kamu kurang usaha.”
Kalimat ini pelan-pelan membunuh mental.
Orang Tua Ikut Menekan, Tanpa Sadar
Emak juga mau jujur sama sesama orang tua.
Banyak dari kita, termasuk emak dulu, terlalu fokus bertanya:
- “Kerja apa?”
- “Gajinya berapa?”
- “Kapan sukses?”
Tanpa bertanya:
- “Kamu capek nggak?”
- “Kamu takut nggak?”
- “Kamu butuh ditemani nggak?”
Anak muda akhirnya takut pulang, bukan karena nakal, tapi karena takut mengecewakan.
Zaman Berubah, Tapi Pola Didik Tertinggal
Dunia kerja berubah cepat:
- teknologi
- otomatisasi
- persaingan global
Tapi pendidikan masih sering:
- kaku
- satu arah
- tidak relevan dengan dunia nyata
Anak pintar mengerjakan soal, tapi gagap saat harus:
- berkomunikasi
- beradaptasi
- mengambil keputusan hidup
Ini bukan salah murid.
Ini kegagalan sistem yang tidak mau berubah cepat.
Anak Muda Bukan Malas, Tapi Lelah
Emak capek dengar cap:
“Anak sekarang malas.”
Malas dari mana?
Mereka bangun pagi, kirim lamaran, ditolak, bangun lagi, ditolak lagi.
Yang mereka alami bukan malas, tapi lelah tanpa arah.
Kalau jalan hidup jelas, capek itu masih terasa ada gunanya. Tapi kalau capek sambil bingung, itu yang bikin patah.
Apa yang Seharusnya Diperbaiki?
Sekolah
- Kurangi hafalan, tambah pembekalan hidup
- Ajarkan literasi finansial
- Ajarkan gagal dan bangkit
Orang Tua
- Kurangi tuntutan, tambah dukungan
- Jangan bandingkan anak dengan anak orang
- Jadilah tempat pulang, bukan tempat sidang
Pemerintah
- Perbanyak lapangan kerja pemula
- Sinkronkan pendidikan dengan kebutuhan nyata
- Jangan cuma bangga angka lulusan, tapi peduli nasibnya
Pesan Emak untuk Anak Muda yang Bingung
Nak…
Kalau kamu lulus tapi bingung, kamu tidak bodoh.
Kalau kamu sekolah tinggi tapi belum sukses, kamu tidak gagal.
Hidup itu bukan garis lurus.
Hidup itu belokan panjang.
Tidak semua orang langsung tahu mau jadi apa. Bahkan emak pun dulu cuma tahu satu: hari ini harus bertahan.
Dan itu cukup.
Salam dari dapur kecil emak,
suara hati emak bukan cuma buat masak, tapi buat bangsa.
Sekolah pintar itu penting,
tapi manusia yang siap hidup jauh lebih penting.
Jangan biarkan anak-anak kita pintar di atas kertas,
tapi kehilangan arah di dunia nyata.
👉 Cek terus suara emak lainnya di BANGSAHEBAT.COM!
.png)


Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com