TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Remaja Keluyuran Dini Hari, Emak Maya Resah: Salah Anak, Salah Orang Tua, atau Salah Negara?


BANGSAHEBAT.COM
 - Emak Maya membahas kenakalan remaja yang meresahkan akibat keluyuran dini hari, penyebabnya, serta solusi nyata dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Emak Maya Cerita Dulu: Jam 2 Pagi, Kok Masih Pada Nongkrong?

Assalamu’alaikum anak-anak bangsa, ini Emak Maya.

Malam itu jam sudah lewat pukul dua.
Emak baru selesai beres-beres dapur, niat mau istirahat.
Eh, dari depan gang terdengar suara motor, ketawa-ketawa, kadang teriak, kadang maki-maki.

Emak nengok dari jendela.
Anak-anak masih remaja, sebagian pakai seragam sekolah, keluyuran tanpa tujuan jelas.

Di situ emak bertanya dalam hati:

“Ini anak-anak kita mau dibawa ke mana, ya?”

Karena kenakalan remaja di dini hari bukan lagi cerita satu-dua kampung.
Ini sudah jadi masalah sosial nasional.

Kenakalan Remaja: Bukan Sekadar Nakal, Tapi Tanda Bahaya

Banyak orang masih menganggap:

“Ah, namanya juga anak muda, wajar nakal.”

Tapi emak mau luruskan.
Kenakalan remaja sekarang beda dengan dulu.

Dulu:

  • main petasan
  • pulang kemalaman
  • bolos sekolah

Sekarang:

  • balap liar
  • tawuran
  • narkoba
  • minuman keras
  • kekerasan
  • kriminalitas dini

Dan yang bikin emak makin miris:
👉 Semua itu sering dimulai dari keluyuran dini hari.

Kenapa Remaja Sering Keluyuran Dini Hari?

Emak coba rangkum dengan jujur, tanpa menyalahkan satu pihak saja.

1. Kurangnya Pengawasan Keluarga

Banyak orang tua:

  • pulang kerja capek
  • sibuk cari uang
  • atau lelah secara mental

Akhirnya:

  • anak dibiarkan keluar malam
  • tidak ditanya ke mana
  • tidak ditegur jam pulang

Bukan karena orang tua jahat.
Tapi karena hidup makin berat.

2. Rumah Tidak Lagi Jadi Tempat Aman

Ini pahit, tapi nyata.

Ada anak yang:

  • tidak betah di rumah
  • sering dimarahi
  • kurang diperhatikan
  • melihat konflik orang tua

Akhirnya jalanan jadi pelarian.
Teman-teman jadi keluarga pengganti.

3. Lingkungan Sosial yang Tidak Peduli

Di banyak tempat:

  • ronda mati
  • warga cuek
  • takut menegur

Padahal dulu:

“Anak siapa itu? Jam segini masih di luar?”

Sekarang?
Semua sibuk urusan masing-masing.

4. Minim Ruang Positif untuk Remaja

Emak mau tanya:

  • Lapangan ada?
  • Balai pemuda hidup?
  • Kegiatan kreatif difasilitasi?

Kalau jawabannya tidak,
jangan heran kalau remaja cari kesibukan sendiri—meski salah arah.

Emak Maya Tegas: Jangan Cuma Menyalahkan Anak

Emak kurang setuju kalau semua dibebankan ke remaja.

Karena:

  • anak masih belajar
  • mental belum matang
  • mudah terpengaruh

Kalau sistem di sekelilingnya lemah,
anak yang jadi korban pertama.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Emak tahu, jadi orang tua zaman sekarang tidak mudah.
Tapi ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:

1. Tegas Soal Jam Malam

Bukan galak, tapi jelas.

  • Tentukan jam pulang
  • Konsisten
  • Jelaskan alasannya

Anak butuh batas, bukan kebebasan tanpa arah.

2. Bangun Komunikasi, Bukan Interogasi

Jangan hanya bertanya:

“Dari mana? Sama siapa?”

Tapi juga:

“Capek nggak hari ini?”
“Ada yang bikin kamu kesel?”

Kadang anak keluyuran karena tidak didengar.

3. Jadilah Tempat Pulang yang Aman

Rumah harus jadi tempat:

  • diterima
  • didengar
  • dihargai

Kalau rumah hangat, jalanan tidak menarik.

Peran Masyarakat: Jangan Diam, Jangan Takut

Emak prihatin melihat masyarakat makin individualis.

Padahal dulu:

  • tetangga saling jaga
  • anak kampung adalah anak bersama

Yang bisa dilakukan masyarakat:

✔ Aktifkan ronda malam

✔ Berani menegur dengan cara baik

✔ Bikin kegiatan pemuda

✔ Bangun komunikasi dengan orang tua

Menegur bukan berarti memusuhi.
Diam justru membiarkan bahaya tumbuh.

Tugas Pemerintah: Jangan Hanya Represif

Emak mau bicara jujur.

Menangkap, membubarkan, dan razia bukan solusi jangka panjang.

Pemerintah harus hadir dengan:

  • ruang kreatif
  • fasilitas olahraga
  • pelatihan keterampilan
  • pendampingan psikologis

Dan yang penting:
👉 pendidikan karakter dan mental, bukan cuma angka prestasi.

Sekolah Juga Harus Turun Tangan

Sekolah tidak boleh lepas tangan setelah jam pelajaran.

  • Bimbingan konseling harus aktif
  • Guru harus peka
  • Masalah anak jangan disapu ke bawah karpet

Anak yang “nakal” sering kali hanya butuh dituntun.

Kalau Dibiarkan, Dampaknya Panjang

Kenakalan remaja bukan masalah hari ini saja.

Kalau dibiarkan:

  • angka kriminalitas naik
  • generasi produktif rusak
  • negara rugi besar

Mencegah sekarang jauh lebih murah daripada memperbaiki nanti.

Harapan Emak Maya: Remaja Bukan Musuh, Tapi Aset Bangsa

Emak tidak ingin:

  • anak-anak dicap rusak
  • remaja dilabeli kriminal
  • generasi muda kehilangan arah

Yang emak mau:

  • remaja dibimbing
  • didengarkan
  • diberi kesempatan

Karena di balik jaket lusuh dan motor berisik itu,
ada masa depan bangsa.

Salam dari dapur kecil Emak Maya.

Emak cuma emak-emak biasa.
Tapi emak tidak mau diam melihat anak-anak kita tersesat.

Kenakalan remaja bukan hanya soal anak.
Ini soal keluarga, masyarakat, dan negara.

Kalau kita mau bergerak bersama,
anak-anak itu masih bisa kembali ke jalan yang benar.

Suara emak bukan cuma buat masak,
tapi buat bangsa.

Terus ikuti suara emak lainnya di
BANGSAHEBAT.COM

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.