BANGSAHEBAT.COM - Putri membuka siaran politiknya dengan nada pelan, tapi penuh tanda tanya.
Di layar politik Indonesia yang biasanya gaduh, ada satu partai yang justru mendadak senyap. Partai Solidaritas Indonesia—yang selama bertahun-tahun dikenal vokal, agresif di media, dan rajin memancing kontroversi—kini seperti menurunkan tirai panggungnya sendiri.
Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya tidak: apa yang sebenarnya sedang terjadi di tubuh PSI setelah pergantian ketua umum?
Dan mengapa partai yang dulu lantang itu kini tampak “bersembunyi” setelah sempat membuat gempar publik?
Mari kita urai pelan-pelan. Karena politik, seperti biasa, jarang sesederhana siaran pers.
Dari Partai Paling Berisik ke Partai Paling Hening
PSI bukan partai biasa. Sejak lahir, ia dibangun sebagai partai ideologis berbasis citra: muda, berani, anti-korupsi, anti-intoleransi, dan sangat sadar kamera. Media sosial adalah rumahnya. Polemik adalah oksigennya.
Namun semua itu berubah drastis setelah tongkat kepemimpinan berpindah tangan.
Ketua umum baru datang dengan beban besar:
- ekspektasi publik yang tinggi,
- sorotan media yang tajam,
- dan bayang-bayang figur-figur besar yang selama ini diasosiasikan dengan PSI.
Alih-alih langsung tancap gas, yang terlihat justru rem mendadak.
PSI yang dulu rajin berkomentar kini jarang terdengar.
PSI yang dulu gemar menyerang kini memilih diam.
PSI yang dulu frontal kini tampak berhitung.
Apakah ini tanda kebingungan? Atau justru strategi?
Langkah Awal Ketua Umum Baru: Merapikan, Bukan Menggertak
Dalam dunia politik, ada dua tipe pemimpin baru.
Yang pertama: datang sambil membanting meja.
Yang kedua: datang sambil mengunci pintu dan menghitung ulang isi ruangan.
Ketua umum baru PSI tampaknya memilih tipe kedua.
Langkah-langkah awal yang terlihat bukanlah manuver besar ke publik, melainkan konsolidasi ke dalam:
- merapikan struktur,
- menata ulang garis komunikasi,
- mengevaluasi arah politik jangka panjang.
Ini penting, karena PSI selama ini lebih kuat di panggung wacana ketimbang di mesin politik nyata. Suara ada, kursi minim. Sorotan besar, tapi daya tawar terbatas.
Di titik ini, diam bukan selalu berarti kalah.
Kadang, diam adalah tanda partai sedang berhenti bermain citra dan mulai belajar bermain kuasa.
Gempar Itu Mahal, dan PSI Pernah Membayarnya
Putri menatap kamera, lalu berkata pelan:
“Dalam politik, kegemparan tidak pernah gratis.”
PSI tahu betul harga dari kegemparan.
Setiap pernyataan keras, setiap sindiran tajam, setiap manuver kontroversial—semuanya membawa konsekuensi.
Dukungan memang datang.
Tapi resistensi juga membesar.
PSI sering berada di posisi viral tapi terisolasi. Dikenal publik, namun sulit berkoalisi. Disukai segmen tertentu, tapi dicurigai banyak elite.
Ketua umum baru tampaknya menyadari satu hal penting:
politik bukan lomba paling nyaring, tapi soal siapa yang bertahan paling lama.
Maka setelah gempar, PSI memilih menepi.
Bukan untuk kabur—melainkan untuk menilai ulang medan.
Apakah PSI Sedang Kehilangan Arah? Atau Mengubah Arah?
Ini pertanyaan krusial.
Bagi pendukung lama PSI, kesenyapan ini terasa janggal.
“Ke mana perginya keberanian itu?”
“Mengapa PSI tak lagi sekeras dulu?”
Namun bagi pengamat politik, perubahan ini justru logis.
PSI berada di persimpangan:
- tetap menjadi partai moral yang vokal tapi kecil, atau
- bertransformasi menjadi partai taktis yang pelan tapi relevan.
Ketua umum baru tampaknya memilih jalan kedua—jalan yang lebih sunyi, lebih lambat, dan jauh lebih berisiko secara citra, tapi mungkin lebih realistis secara kekuasaan.
Bersembunyi atau Menunggu Momentum?
Istilah “bersembunyi” terdengar negatif. Tapi dalam politik, menunggu momentum adalah seni bertahan hidup.
PSI sadar, setiap pernyataan saat ini akan dibaca berlapis:
- sebagai sikap politik,
- sebagai sinyal koalisi,
- bahkan sebagai pesan kekuasaan.
Salah ucap sedikit saja, efeknya bisa panjang.
Maka ketimbang terus memancing kegaduhan, PSI memilih mengamati:
- siapa benar-benar berkuasa,
- ke mana arah angin politik nasional,
- dan di celah mana mereka bisa masuk tanpa hancur di awal.
Ini bukan sikap heroik. Tapi politik jarang memberi ruang bagi heroisme tanpa perhitungan.
Masalah Terbesar PSI Hari Ini: Bukan Lawan, Tapi Identitas
Putri menarik napas sebelum melanjutkan.
Tantangan terbesar PSI saat ini bukan partai lain, bukan pemerintah, bukan oposisi.
Tantangan terbesarnya adalah menjawab satu pertanyaan mendasar:
“PSI ini sebenarnya mau jadi apa?”
Apakah:
- partai ideologis murni?
- partai kader muda?
- partai pendukung kekuasaan?
- atau jembatan politik generasi baru?
Ketua umum baru tidak bisa sekadar mewarisi identitas lama. Ia harus mendefinisikan ulang PSI, tanpa kehilangan basis yang sudah ada.
Dan proses itu—sekali lagi—tidak bisa dilakukan sambil terus berteriak di ruang publik.
Jika PSI Gagal Bertransformasi, Risiko Terbesarnya Apa?
Risikonya jelas dan brutal: menjadi partai yang hanya hidup di memori media sosial.
Terkenang sebagai partai yang pernah berisik, pernah viral, tapi gagal menancapkan kuku di sistem politik nyata.
Namun jika berhasil, PSI bisa berubah menjadi:
- partai yang lebih dewasa,
- lebih taktis,
- dan mungkin—meski tidak populer—lebih efektif.
Pilihan ini tidak glamor. Tapi politik jarang memberi pilihan yang indah.
Diam PSI Bukan Akhir Cerita
Putri menutup dengan nada reflektif.
Diamnya PSI hari ini bukan jawaban.
Ia justru pertanyaan panjang yang sedang ditulis.
Apakah ini tanda kemunduran?
Atau fase metamorfosis?
Publik mungkin kecewa karena kehilangan tontonan.
Namun politik sejati sering bekerja justru saat kamera dimatikan.
PSI di tangan ketua umum barunya sedang memilih:
apakah ingin terus didengar,
atau akhirnya ingin benar-benar diperhitungkan.
Dan di situlah kita semua menunggu—
bukan dengan sorak,
tapi dengan kewaspadaan.
Karena dalam politik,
yang paling berbahaya bukan mereka yang ribut,
melainkan mereka yang diam sambil menghitung langkah berikutnya.
.png)


Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com