BANGSAHEBAT.COM - Manchester United di bawah manajer Ruben Amorim sedang menjalani perjalanan yang penuh liku. Bukan sekadar soal menang atau kalah — tapi bagaimana sebuah proyek besar di Old Trafford mulai terlihat bentuknya, meski masih banyak yang harus diselesaikan. Dari perubahan taktik, permasalahan kontrol permainan, sampai mental bertahan serta penderitaan pemain — semuanya punya cerita tersendiri.
I. Awal Proyek: Fondasi Mulai Terlihat
Ruben Amorim resmi mengambil alih kursi pelatih Manchester United pada akhir akhir 2024, dan sejak saat itu performa tim tidak langsung berubah instan — sebuah fakta yang sempat disorot banyak pihak.
Alih-alih langsung dominan seperti fans inginkan, United justru kerap menjalani laga dengan cara bertahan sebelum menyerang, dan kadang menderita demi menjaga hasil. Ini terlihat jelas dalam kemenangan 1-0 atas Newcastle United di Boxing Day, di mana United unggul tipis, tapi tertinggal dalam kontrol bola dan tekanan lawan di babak kedua.
Amorim sendiri sadar bahwa evolusi tim belum selesai; fondasi memang sudah mulai terbentuk, tetapi adaptasi strategi tak bisa instan di klub sebesar MU.
II. Fleksibilitas Taktik yang Kini Jadi Senjata
Salah satu hal menarik dari era Amorim di Old Trafford adalah fleksibilitas taktik. United tidak lagi terpaku pada satu formasi klasik 3-4-3, tetapi sering berubah-ubah sesuai kebutuhan laga:
✔️ 4-2-3-1
✔️ 4-4-2
✔️ 3 bek ketika dibutuhkan
Perubahan ini bukan semata eksperimen — tapi respons terhadap lawan dan konteks pertandingan. Ketika melawan Newcastle, United tampil dengan skema yang lebih kompak dan disiplin saat bertahan, meski tak berhasil mempertahankan kontrol penuh di babak kedua.
Perubahan semacam ini menunjukkan satu hal: Amorim kini lebih pragmatis daripada sebelumnya. Tidak lagi terpaku pada “sistem favorit”, tetapi lebih mementingkan keputusan yang memaksimalkan peluang menang.
III. Bermain Bertahan — Kekuatan & Fokus Utama
Dalam banyak laga, Manchester United lebih sering terlihat bertahan, terutama ketika memimpin atau menghadapi gempuran lawan. Ini bukan sekadar penurunan kualitas, tetapi strategi yang disengaja.
Amorim kerap mengorbankan penguasaan bola demi menjaga hasil, seperti yang terjadi di laga melawan Newcastle. United memiliki jumlah serangan terbatas, tapi dinamika bertahan ketat justru menjadi kunci kemenangan.
💡 Dan yang menarik:
Beberapa pemain muda seperti Patrick Dorgu bahkan tampil sebagai pahlawan dengan gol pentingnya dalam situasi yang berat — bukti bahwa skuat ini masih punya potensi besar bila dikembangkan dengan tepat.
IV. Kebaikan dan Masalah yang Tak Bisa Disembunyikan
Kekuatan yang Tampak:
- Semangat juang tinggi para pemain, terutama di fase bertahan.
- Kesediaan Amorim untuk bereksperimen demi hasil.
- Momen kemenangan yang bermakna, seperti mengalahkan Newcastle dengan kerja keras penuh disiplin.
⚠️ Tantangan Besar yang Masih Ada:
- United masih sering kehilangan kontrol permainan, terutama setelah unggul — bukti tim masih perlu berkembang dalam penguasaan bola.
- Krisis kebugaran pemain utama seperti Mount, Fernandes, dan Mainoo mengganggu rotasi tim.
- Perubahan taktik yang sukses dalam satu laga belum tentu berulang pada laga berikutnya — artinya konsistensi masih jadi pekerjaan rumah.
V. Pandangan Internal: Kritik & Harapan
Tidak semua pihak sepenuhnya senang dengan proyek ini. Beberapa pengamat mengkritik inkonsistensi hasil dan bahkan menyatakan United sebagai tim yang buruk dalam periode tertentu — meski itu bukan opini yang diambil dari sumber resmi klub, tetapi mencerminkan ketidakpuasan sebagian fans.
Namun sisi lain dari kritik ini justru membuka diskusi penting: apakah Manchester United saat ini benar-benar berkembang secara struktural, atau sekadar bertahan dan berharap keberuntungan?
Dalam pernyataannya sendiri, Amorim mengakui bahwa ia telah belajar banyak sejak diangkat sebagai pelatih — bahwa perjalanan ini penuh pelajaran berharga, baik dari momen manis maupun saat terpuruk.
VI. Mid-Season Ini: Apa Artinya Untuk MU?
Ketika berada di peringkat lima atau enam Premier League, United masih berjuang untuk tiket Eropa sekaligus menjaga peluang masuk empat besar, ini semua menunjukkan dinamika tinggi di musim ini.
Jumlah cedera dan absennya pemain utama membuat tantangan semakin berat — namun kemenangan tipis atas Newcastle menjadi semacam tanda kehidupan: United bisa bertahan, bisa menang, tapi masih belajar menang dengan dominasi.
🎙️ NGOBOL — Suara Kita Tentang Proyek Amorim
Denisa:
“Sering menang tipis bukan hal buruk, tapi fans Unied pasti pengen lihat tim ini terus berkembang dan tampil lebih dominan!”
Dita:
“Secara taktik, Amorim menunjukkan kemauan untuk berubah. Itu penting. Tapi konsistensi tetap jadi PR besar.”
Clarisa:
“Kadang pertahanan kuat itu seru, tapi kita juga kangen lihat MU nguasain bola dari awal sampai akhir!”
Mujib:
“Naluri gue bilang, proyek ini masih panjang. Tapi karakter mental tim udah keliatan lebih tebel daripada dulu.”
🗣️ NGOBOL CORNER — Yuk Diskusi Bareng!
Sekarang giliran kamu jawab 👇
💬 Pertanyaan diskusi:
- Menurut kamu, apakah proyek Amorim ini sudah menuju arah yang benar?
- Apakah MU harus fokus transfer di posisi apa di bursa Januari?
- Tim ini butuh dominasi pertandingan, atau cukup hasil akhir?
- Apakah kemenangan tipis lebih penting dari penguasaan bola?
👇 Tuliskan pendapat kamu di kolom komentar!
Karena di NGOBOL, kita bukan cuma baca bola —
kita ngobrolin bola bareng! ⚽🔥
.png)


Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis
DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com