TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Ilmu Politik Sebatang Rokok untuk Bersama: Ketika Kekuasaan Lahir dari Asap yang Sama


BANGSAHEBAT.COM
 - Ilmu Politik Sebatang Rokok untuk Bersama: Ketika Kekuasaan Lahir dari Asap yang Sama

Asap Tipis yang Tidak Pernah Netral

KORENYA masih ingat betul momen itu.

Bukan rapat resmi.
Bukan forum akademik.
Bukan pula pidato penuh jargon.

Hanya sebuah teras sempit, kursi plastik yang sudah retak, kopi pahit, dan sebatang rokok yang diputar pelan dari tangan ke tangan.

Tidak ada notulen.
Tidak ada kamera.
Tapi anehnya, justru di situ kesepakatan lahir.

KORENYA menatap asap yang naik perlahan ke udara dan bergumam dalam hati:

“Politik kadang tidak dimulai dari ide besar, tapi dari kebersamaan kecil.”

Di situlah Ilmu Politik Sebatang Rokok untuk Bersama bekerja—sunyi, informal, tapi sangat menentukan.

Sebatang Rokok: Simbol Kecil dengan Makna Besar

Dalam kehidupan sosial Indonesia, rokok bukan sekadar benda konsumsi. Ia adalah:

  • pembuka percakapan
  • pemecah keheningan
  • tanda penerimaan
  • simbol kesetaraan sementara

Ketika seseorang berkata,

“Ngerokok dulu, Bang.”

Itu bukan ajakan merusak kesehatan.
Itu undangan masuk ke ruang sosial yang lebih jujur.

Dalam politik, ruang seperti ini sangat berharga.

Politik Tidak Selalu Lahir di Meja Rapat

Buku teks ilmu politik mengajarkan:

  • institusi
  • prosedur
  • mekanisme formal

Tapi realitas sering berkata lain.

Banyak keputusan penting justru lahir:

  • di teras kantor
  • di warung kopi
  • di belakang gedung
  • saat jeda rapat
  • sambil merokok bersama

Kenapa?

Karena politik sejati butuh rasa aman.
Dan rasa aman sering muncul ketika atribut formal dilepas.

Jas dibuka.
Nada suara diturunkan.
Dan rokok dinyalakan.

Psikologi Politik: Mengapa Rokok Mencairkan Kekuasaan?

Ilmu psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia lebih terbuka ketika:

  • berada dalam aktivitas bersama
  • melakukan ritual yang sama
  • tidak merasa diawasi

Merokok bersama menciptakan:

  • ritme yang sama (hisap, hembus)
  • jeda alami dalam bicara
  • momen reflektif

Dalam momen itu, hierarki melunak.

KORENYA pernah berkata:

“Saat asap rokok naik, jabatan biasanya turun.”

Untuk sesaat, semua setara sebagai manusia—bukan posisi.

“Untuk Bersama”: Kata Kunci yang Menentukan

Judul artikel ini penting pada frasa “untuk bersama”.

Sebatang rokok yang:

  • disimpan sendiri → eksklusif
  • dibagi bersama → inklusif

Dalam politik, berbagi rokok sering berarti:

  • membuka ruang negosiasi
  • menunjukkan itikad baik
  • menurunkan jarak emosional

Bukan berarti semua yang merokok bersama jujur.
Tapi hampir semua perundingan butuh titik cair pertama.

Dan sering kali, titik itu adalah rokok.

Dari Rakyat ke Elite: Rokok sebagai Bahasa Universal

Menariknya, rokok menembus batas:

  • kelas sosial
  • jabatan
  • latar belakang

Dari buruh sampai pejabat, dari aktivis sampai pengusaha—rokok menjadi bahasa yang dipahami semua.

Di sinilah rokok menjadi alat komunikasi politik lintas strata.

KORENYA mencatat:

“Rokok tidak menyatukan ideologi, tapi menyatukan momen.”

Dan dalam politik, momen sering lebih menentukan daripada argumen.

Politik yang Jujur Sering Lahir Saat Tidak Direkam

Kamera mengubah perilaku.
Pidato mengubah nada.
Protokol mengubah sikap.

Tapi saat rokok menyala:

  • suara lebih rendah
  • kata lebih jujur
  • kepentingan lebih terlihat

Ini bukan romantisasi.
Ini kenyataan pahit-manis politik.

Banyak konflik besar tidak selesai di forum resmi,
tapi mencair setelah obrolan informal.

Namun di sinilah ambiguitas muncul.

Bahaya Politik Asap: Ketika Publik Tidak Diundang

Meski terlihat hangat, politik rokok punya sisi gelap.

Karena:

  • tidak transparan
  • tidak terdokumentasi
  • tidak bisa diawasi

Keputusan yang lahir dari rokok bersama bisa:

  • mengabaikan publik
  • menguntungkan kelompok kecil
  • sulit dipertanggungjawabkan

KORENYA mengingatkan:

“Yang dibagi bersama di teras, sering ditanggung bersama oleh rakyat.”

Di sinilah rakyat harus waspada—bukan pada rokoknya, tapi pada politik yang terlalu nyaman di ruang tertutup.

Rokok sebagai Metafora Demokrasi Sehari-hari

Terlepas dari pro dan kontra, sebatang rokok mengajarkan banyak hal tentang demokrasi:

  1. Kesetaraan Sementara
    Semua orang menghisap dengan cara yang sama.

  2. Dialog Bukan Debat
    Rokok mengundang obrolan, bukan adu argumen.

  3. Jeda untuk Berpikir
    Politik butuh jeda, bukan hanya reaksi.

  4. Kebersamaan Sebelum Keputusan
    Sulit sepakat jika belum merasa dekat.

Nilai-nilai ini justru jarang hadir di forum formal.

Ilmu Politik yang Tidak Diajarkan di Kampus

Tidak ada mata kuliah bernama Ilmu Politik Sebatang Rokok.
Tapi semua praktisi politik memahaminya.

Karena politik bukan hanya:

  • teori
  • hukum
  • prosedur

Politik juga:

  • rasa
  • intuisi
  • relasi manusia

KORENYA menulis di catatannya:

“Negara mungkin berdiri di atas konstitusi, tapi politik berjalan di atas relasi.”

Dan relasi sering dibangun dari hal-hal kecil.

Pesan Damai: Politik Butuh Ruang Bernapas

Artikel ini bukan ajakan merokok.
Bukan pula pembelaan kebiasaan tertentu.

Ini ajakan memahami bahwa:

  • politik terlalu kaku akan memecah
  • politik tanpa ruang informal akan beku

Sebatang rokok hanyalah simbol:

ruang bernapas
ruang jeda
ruang kemanusiaan

Politik yang sehat perlu:

  • ruang resmi yang kuat
  • ruang informal yang jujur

Tanpa salah satunya, demokrasi pincang.

Jangan Terjebak Asap, Tapi Pelajari Apinya

Ilmu Politik Sebatang Rokok untuk Bersama mengajarkan kita satu hal penting:

Politik tidak selalu dimulai dari ide besar, tapi sering dari kebersamaan kecil.

Namun rakyat tidak boleh:

  • terbuai simbol
  • terlena keakraban
  • lupa mengawasi

Karena:

  • rokok bisa habis
  • asap bisa hilang
  • tapi dampak keputusan tinggal lama

Tugas kita bukan menolak ruang informal,
melainkan memastikan keputusan yang lahir dari sana tetap berpihak pada publik.

Dan seperti rokok yang dibagi bersama,
politik seharusnya:

  • tidak eksklusif
  • tidak diam-diam
  • tidak hanya untuk segelintir

Karena demokrasi sejati bukan soal siapa yang duduk paling dekat,
tapi siapa yang paling terdampak.

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.