TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Ilmu Politik Asap Rokok: Ketika Yang Terlihat Tebal, Tapi Arah Sebenarnya Menghilang


BANGSAHEBAT.COM
 - Artikel KORENYA membahas Ilmu Politik Asap Rokok, metafora politik penuh pencitraan, kabut narasi, dan bagaimana rakyat sering kehilangan arah dalam kepulan kekuasaan.

Pendahuluan Reflektif KORENYA

Di sebuah ruang sempit, asap rokok mengepul pelan. Awalnya tipis, nyaris tak terasa. Namun perlahan, ia memenuhi ruangan. Mata mulai perih, napas terasa berat, dan arah pintu keluar menjadi samar. Bukan karena pintunya hilang, tetapi karena pandangan tertutup oleh asap yang diciptakan sendiri.

Begitulah politik bekerja dalam banyak fase sejarah bangsa. Tidak selalu keras, tidak selalu bising. Kadang ia hanya berupa asap—narasi yang berlapis, janji yang diulang, simbol yang dikibarkan—hingga rakyat lupa mana udara segar dan mana kepulan yang menyesakkan.

Inilah yang oleh KORENYA disebut sebagai Ilmu Politik Asap Rokok.

Apa Itu Ilmu Politik Asap Rokok?

🔍 Politik yang Tidak Membunuh Langsung, Tapi Melemahkan Perlahan

Ilmu Politik Asap Rokok bukan tentang kekerasan politik. Bukan pula tentang konflik terbuka. Ia adalah ilmu tentang bagaimana kekuasaan menciptakan kabut, agar realitas tidak terlihat jelas.

Seperti asap rokok:

  • Tidak langsung menjatuhkan,
  • Tidak selalu disadari,
  • Tapi perlahan menggerogoti kesadaran.

Dalam praktik politik, asap ini bisa berupa:

  • Retorika berulang tanpa substansi,
  • Isu sampingan yang dibesar-besarkan,
  • Simbol-simbol moral yang dikibarkan untuk menutupi kegagalan struktural.

Rakyat tidak dibohongi dengan satu kebohongan besar, tetapi dibuat lelah oleh kabut yang tak kunjung hilang.

Cara Kerja Politik Asap Rokok dalam Sistem Demokrasi

🧠 Kabut yang Sengaja Diciptakan

Politik asap rokok bekerja dengan prinsip sederhana:
Jika rakyat sibuk menghirup asap, mereka lupa mencari sumber api.

Ada tiga pola utama:

🔹 1. Pengalihan Isu

Ketika kebijakan bermasalah, asap diciptakan:

  • Perdebatan identitas,
  • Konflik simbol,
  • Drama elite yang terus dipelintir.

Isu utama tenggelam, seperti pintu keluar yang tak terlihat karena ruangan penuh asap.

🔹 2. Pencitraan Berlebihan

Asap sering datang dari pembakaran citra:

  • Foto-foto sederhana,
  • Narasi merakyat,
  • Kata-kata normatif tentang rakyat kecil.

Namun seperti asap, citra ini tidak bisa dipegang, tidak bisa dijadikan pegangan kebijakan.

🔹 3. Janji yang Diulang-Ulang

Janji politik yang terus diulang tanpa realisasi adalah asap paling berbahaya. Ia membuat rakyat:

  • Terbiasa,
  • Mati rasa,
  • Lalu pasrah.

Siapa yang Diuntungkan dari Asap Ini?

Elite yang Nyaman di Ruangan Berkabut

Dalam ruangan penuh asap, hanya mereka yang tahu tata letak ruangan yang bisa bergerak bebas. Rakyat tersandung, elite melenggang.

Ilmu Politik Asap Rokok menguntungkan:

  • Penguasa yang tidak ingin diawasi,
  • Partai tanpa ideologi jelas,
  • Politisi yang hidup dari panggung, bukan kerja nyata.

Selama asap ada, akuntabilitas menjadi kabur.

Dampak Politik Asap Rokok bagi Rakyat

Ketika Demokrasi Kehilangan Udara Segar

Rakyat yang terlalu lama hidup dalam politik berasap akan mengalami:

  • Kebingungan arah,
  • Kejenuhan partisipasi,
  • Sinisme terhadap demokrasi.

Ini berbahaya. Karena demokrasi yang sehat membutuhkan udara segar bernama kejelasan.

Tanpa itu, rakyat tidak lagi bertanya “apa kebijakannya?”, melainkan hanya “siapa yang paling sering muncul?”.

Filosofi KORENYA: Asap Tidak Pernah Menjadi Tujuan

Asap Hanya Pertanda Ada yang Dibakar

Dalam filsafat hidup, asap bukan tujuan. Ia hanya tanda ada sesuatu yang dibakar. Dalam politik, asap adalah tanda:

  • Ada kepentingan yang disembunyikan,
  • Ada kegagalan yang ditutup-tutupi,
  • Ada api kekuasaan yang tidak diawasi.

KORENYA percaya, politik yang sehat bukan yang penuh asap, tapi yang transparan seperti udara pagi.

Asap mungkin memberi ilusi hangat, tapi hanya udara bersih yang membuat orang bertahan hidup.

Bagaimana Keluar dari Politik Asap Rokok?

🧭 Membersihkan Ruangan Demokrasi

Ada tiga jalan keluar:

✅ 1. Pendidikan Politik Kritis

Rakyat perlu dilatih membedakan:

  • Asap dan substansi,
  • Narasi dan kebijakan,
  • Panggung dan kerja nyata.

✅ 2. Partai sebagai Sekolah Ideologi

Partai politik harus kembali menjadi:

  • Rumah gagasan,
  • Sekolah kepemimpinan, bukan pabrik asap pencitraan.

✅ 3. Kepemimpinan yang Berani Membuka Jendela

Pemimpin sejati tidak takut membuka jendela meski angin kencang. Karena ia tahu:

  • Transparansi mungkin tidak nyaman,
  • Tapi kebohongan yang nyaman jauh lebih berbahaya.

Catatan Akhir KORENYA

Politik bukan soal siapa yang paling banyak mengepulkan asap. Politik adalah tentang siapa yang berani membersihkan ruangan.

Jika demokrasi kita hari ini terasa pengap, mungkin bukan karena rakyat terlalu banyak menuntut. Bisa jadi karena terlalu banyak asap yang sengaja diciptakan agar arah tidak terlihat.

Dan ingat, rakyat yang sadar tidak akan sibuk mengeluh tentang asap.
Mereka akan bertanya satu hal sederhana:

“Siapa yang menyalakan api, dan untuk kepentingan siapa?”

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.