TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Flexing Bikin Senang Sesaat, Tapi Nyiksa Berkepanjangan: Emak Lihat Remaja Sekarang Capek Ngejar Gengsi


BANGSAHEBAT.COM
 - Assalamu’alaikum anak-anak bangsa,

ini emak Maya lagi-lagi duduk di dapur kecil, sambil ngaduk sayur yang harganya naik, tapi penghasilan banyak orang tetap segitu-gitu saja. Dari dapur ini, emak sering mikir: hidup kok makin rame, tapi wajah anak-anak muda kok makin capek ya?

Sekarang ini emak mau ngomongin satu kebiasaan yang makin hari makin bikin emak geleng-geleng kepala: flexing dan ikut-ikutan. Pamer yang kadang bukan karena mampu, tapi karena takut ketinggalan. Beli yang sebenarnya nggak perlu, cuma supaya dianggap setara. Hidup dipaksa kelihatan “wah”, padahal dompetnya megap-megap.

Emak nggak mau sok bijak. Emak cuma ibu-ibu yang sudah cukup lama hidup untuk tahu satu hal: gengsi itu mahal, Nak. Dan yang sering bayar, bukan cuma uang, tapi mental.

Flexing: Pamer yang Awalnya Bangga, Akhirnya Sengsara

Flexing itu apa sih, Nak?
Bahasa gampangnya: pamer. Pamer barang, pamer gaya hidup, pamer liburan, pamer nongkrong mahal, pamer seolah hidup selalu enak.

Masalahnya bukan di pamernya saja. Masalahnya adalah ketika pamer itu dipaksakan.
Belum gajian sudah cicilan.
Belum mapan sudah gengsi.
Belum kuat mental, tapi sudah maksa kelihatan sukses.

Emak sering lihat:

  • Anak sekolah pamer HP mahal, tapi uang jajan ngutang
  • Mahasiswa nongkrong di kafe mahal, tapi bayar kos ngos-ngosan
  • Anak muda pamer outfit branded, tapi isi rumah kosong

Emak cuma bisa bilang pelan-pelan:
👉 “Nak, hidup itu bukan lomba pamer.”

Ikut-Ikutan: Takut Dibilang Ketinggalan

Yang bikin flexing makin parah itu satu: ikut-ikutan.
Bukan karena butuh, tapi karena “teman-teman juga begitu”.

Ada teman beli motor baru, langsung pengin juga.
Ada yang liburan, langsung ngerasa hidup sendiri kurang bahagia.
Ada yang viral, langsung merasa diri ini nggak ada apa-apanya.

Ikut-ikutan ini bahaya, Nak. Karena hidupmu jadi dikendalikan orang lain, bukan kemampuanmu sendiri.

Emak mau tanya jujur:
👉 “Kalau semua orang lompat ke jurang, apa kamu juga mau ikut?”

Media Sosial: Etalase Kebohongan yang Dianggap Kebenaran

Media sosial itu ibarat etalase toko. Yang dipajang tentu yang bagus-bagus. Tapi banyak anak muda lupa satu hal: etalase bukan isi gudang.

Yang kamu lihat di layar itu:

  • Senyum, bukan cicilan
  • Liburan, bukan utang
  • Outfit keren, bukan beban pikiran

Masalahnya, remaja sekarang membandingkan hidup asli mereka dengan versi editan hidup orang lain. Jelas kalah, Nak. Dan dari situlah rasa kurang, iri, dan tertekan mulai tumbuh.

Emak lihat banyak anak jadi:

  • Minder
  • Cepat iri
  • Merasa hidupnya gagal padahal baru mulai

Padahal bukan hidupmu yang salah. Yang salah adalah cara membandingkannya.

Gengsi Itu Tidak Pernah Kenyang

Yang namanya gengsi itu aneh.
Dikasih sedikit, minta banyak.
Dituruti sekali, minta terus.

Hari ini gengsi soal HP.
Besok gengsi soal motor.
Lusa gengsi soal tempat nongkrong.
Besok-besok gengsi soal rumah, pasangan, gaya hidup.

Kalau gengsi terus dituruti, hidupmu nggak akan pernah cukup. Karena gengsi tidak mengenal kata puas.

Emak sudah lihat banyak orang tua dulu jatuh karena gengsi. Sekarang emak lihat pola itu pindah ke anak muda, tapi dengan wajah yang lebih modern dan tekanan yang lebih kejam.

Ketika Flexing Berubah Jadi Beban Mental

Flexing yang dipaksakan itu bukan cuma nguras dompet, tapi juga nguras jiwa.

Anak muda jadi:

  • Takut jujur soal kondisi
  • Takut terlihat biasa
  • Takut hidup sederhana

Akhirnya hidup penuh kepura-puraan. Senyum di luar, panik di dalam. Tampil percaya diri, tapi hatinya rapuh.

Emak mau bilang jujur:
👉 “Lebih capek pura-pura kaya, daripada jujur sedang berjuang.”

Orang Tua Juga Kadang Ikut Terjebak

Emak juga mau ngaca. Kadang orang tua ikut mendorong flexing tanpa sadar. Ada yang gengsi kalau anaknya “biasa saja”. Ada yang takut dibilang nggak mampu.

Akhirnya anak dipaksa:

  • Sekolah mahal padahal orang tua keteteran
  • Gaya hidup tinggi padahal pondasi belum kuat

Emak ingin mengingatkan sesama orang tua:
anak itu bukan alat pamer keberhasilan kita. Anak itu amanah, bukan pajangan.

Sekolah dan Lingkungan Kurang Mengajarkan Cukup

Di sekolah, anak diajari:

  • Cara bersaing
  • Cara tampil
  • Cara jadi yang terbaik

Tapi jarang diajari:

  • Cara hidup sesuai kemampuan
  • Cara bilang “cukup”
  • Cara bangga jadi diri sendiri

Lingkungan juga sering kejam. Yang sederhana dianggap gagal. Yang pelan dianggap kalah. Padahal hidup setiap orang punya jalur masing-masing.

Pesan Emak Buat Remaja

Nak, dengar ya suara emak sebentar.

Kamu tidak harus punya semua sekarang.
Kamu tidak perlu terlihat sukses di usia muda.
Kamu tidak wajib sama dengan orang lain.

Lebih baik:

  • Pelan tapi stabil
  • Sederhana tapi tenang
  • Jujur tapi damai

Daripada:

  • Keren tapi tertekan
  • Pamer tapi sengsara
  • Ikut-ikutan tapi kehilangan arah

Hidupmu bukan bahan lomba. Hidupmu perjalanan panjang.

Pesan Emak Buat Masyarakat dan Negara

Kalau kita terus memelihara budaya pamer dan adu nasib, jangan heran kalau generasi muda kita kuat di tampilan, tapi rapuh di dalam.

Negara perlu:

  • Pendidikan literasi finansial sejak dini
  • Edukasi mental yang nyata
  • Ruang aman untuk hidup sederhana

Masyarakat juga perlu belajar berhenti mengukur orang dari barang yang dipakai.

Flexing mungkin bikin senang sebentar, Nak. Tapi hidup yang tenang itu datang dari cukup, bukan dari pamer.

Jangan habiskan tenaga buat terlihat hebat di mata orang, tapi kosong di dalam diri.

Salam dari dapur kecil emak,
suara hati emak bukan cuma buat masak, tapi buat bangsa.
Cek terus suara emak lainnya di BANGSAHEBAT.COM.

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.