TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

Anak Sekarang Cepat Dewasa, Tapi Cepat Patah: Emak Salah, Zaman Salah, atau Sistem yang Terlalu Kejam?


BANGSAHEBAT.COM
 - Assalamu’alaikum anak-anak bangsa…

Ini emak Maya, nulis sambil duduk di dapur, ditemani bunyi air mendidih dan pikiran yang ikut mendidih. Tadi pagi emak lihat anak muda di gang depan rumah. Umurnya belum tentu 25, tapi wajahnya sudah capek kayak habis ngangkat karung beras seumur hidup. Tangannya pegang HP, matanya kosong, bahunya turun. Emak cuma bisa mikir satu hal: kok anak sekarang cepat banget dewasa, tapi cepat juga patahnya?

Dulu, emak seumuran mereka masih mikir besok makan apa. Sekarang, anak-anak ini mikir:
“Besok hidup gue masih ada gunanya nggak?”

Nah, ini yang bikin dada emak sesak.

Anak Sekarang Dewasa Terlalu Cepat

Emak nggak lebay. Anak sekarang memang dipaksa dewasa sebelum waktunya.
Baru lulus sekolah sudah ditanya:

  • “Kerja di mana?”
  • “Gajinya berapa?”
  • “Sudah punya apa?”

Padahal dulu, masa muda itu waktunya salah, belajar, jatuh, bangun lagi. Sekarang? Salah dikit langsung dihujat, gagal sekali langsung dicap nggak berguna.

Media sosial bikin semuanya serba lomba.
Si A pamer kerja di startup.
Si B pamer gaji dolar.
Si C pamer nikah muda.

Yang belum apa-apa?
Merasa ketinggalan, merasa gagal, merasa hidupnya salah.

Emak mau tanya:
Siapa yang ngajarin anak-anak ini bahwa hidup itu lomba cepat-cepat sampai garis finish?

Cepat Dewasa, Tapi Tanpa Pegangan

Masalahnya bukan cuma cepat dewasa, tapi dewasa tanpa pegangan hidup.
Anak-anak ini tahu banyak hal:

  • tahu tren
  • tahu teknologi
  • tahu dunia luar

Tapi mereka tidak diajari bertahan saat jatuh.

Sekolah pintar ngajarin rumus, tapi lupa ngajarin:

  • cara mengelola kecewa
  • cara menerima gagal
  • cara bangkit pelan-pelan

Emak sering dengar kalimat ini:

“Mak, aku capek hidup.”

Padahal umurnya masih belasan atau awal dua puluhan.
Capek bukan karena kerja keras, tapi karena tekanan mental yang nggak pernah berhenti.

Orang Tua Ikut Bingung, Ikut Takut

Emak jujur, banyak orang tua sekarang juga takut salah.
Takut keras dibilang toxic.
Takut lembut dibilang memanjakan.

Akhirnya apa?
Banyak orang tua diam, membiarkan anak tumbuh sendiri dengan HP sebagai guru, algoritma sebagai teman, dan komentar netizen sebagai hakim.

Dulu, emak dimarahin ibu karena pulang sore.
Sekarang, anak pulang sore, orang tua malah takut negur:
“Takut anak stres, takut anak tersinggung.”

Padahal anak bukan butuh dibungkus, tapi butuh dipeluk sambil diarahkan.

Zaman Memang Cepat, Tapi Manusia Tetap Perlu Waktu

Zaman sekarang serba instan:

  • mie instan
  • viral instan
  • sukses instan (katanya)

Masalahnya, jiwa manusia nggak instan.
Hati tetap perlu waktu untuk kuat.
Mental perlu proses untuk matang.

Anak muda dipaksa ikut kecepatan zaman, tapi tanpa rem dan tanpa sabuk pengaman. Begitu jatuh, langsung hancur.

Emak mau bilang:
Bukan anaknya yang lemah.
Zamannya yang terlalu kejam dan tidak sabar.

Sistem Ikut Andil: Sekolah, Kerja, dan Harapan Palsu

Mari kita jujur, Nak.
Sistem juga ikut bersalah.

Sekolah menjanjikan masa depan cerah, tapi:

  • lulus malah bingung
  • ijazah numpuk, lowongan sempit

Dunia kerja minta:

  • pengalaman, tapi tak mau memberi kesempatan
  • skill tinggi, tapi gaji rendah

Anak muda jadi serba salah.
Tidak kerja dibilang malas.
Kerja tapi hidup susah, dibilang kurang usaha.

Lama-lama anak muda mikir:
“Ngapain jujur dan sabar kalau yang licik kelihatan lebih cepat sukses?”

Di sinilah banyak yang patah.

Pelarian yang Salah: Judi, Pinjol, dan Keputusasaan

Emak sedih melihat banyak anak muda akhirnya lari ke jalan pintas:

  • judi online
  • pinjaman online
  • kerja gelap
  • bahkan ke pikiran menyerah pada hidup

Bukan karena mereka jahat, tapi karena mereka putus harapan.

Kalau setiap hari hidup terasa gagal, manusia akan cari apa saja yang bisa bikin lupa, walau sesaat. Tapi setelah itu?
Lebih hancur.

Emak mau peluk mereka satu-satu kalau bisa.

Apakah Emak Salah?

Emak juga bercermin.
Apakah generasi emak terlalu keras?
Apakah terlalu sering membandingkan:
“Dulu emak begini, dulu emak begitu.”

Mungkin iya, emak salah di beberapa hal.
Tapi emak yakin satu hal:
anak sekarang tidak lebih lemah, mereka hanya memikul beban yang lebih berat.

Beban ekspektasi, tekanan sosial, dan sistem yang tidak ramah pada kegagalan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk Orang Tua

  • Kurangi membandingkan
  • Perbanyak mendengar
  • Tegas tapi hangat
  • Ingat, anak bukan proyek pameran

Untuk Masyarakat

  • Stop meremehkan anak muda
  • Jangan normalisasi stres dan depresi
  • Jadilah lingkungan yang aman untuk belajar gagal

Untuk Pemerintah

  • Sediakan lapangan kerja nyata
  • Pendidikan mental & karakter harus serius
  • Jangan cuma bangga bonus demografi, tapi rawat manusianya

Pesan Emak untuk Anak Muda

Nak…
Kalau kamu merasa cepat lelah, itu bukan karena kamu lemah.
Kalau kamu merasa tertinggal, itu bukan berarti kamu gagal.

Hidup bukan lomba lari cepat.
Hidup itu jalan panjang dengan banyak istirahat.

Kalau hari ini kamu cuma bisa bertahan, itu sudah hebat.
Kalau hari ini kamu belum menang, bukan berarti kamu kalah selamanya.

Salam dari dapur kecil emak,
suara hati emak bukan cuma buat masak, tapi buat bangsa.

Anak-anak kita bukan generasi rapuh,
mereka hanya tumbuh di zaman yang keras tanpa cukup pelukan.

Dan tugas kita, bukan menyalahkan,
tapi menjadi rumah saat mereka hampir runtuh.

👉 Cek terus suara emak lainnya di BANGSAHEBAT.COM!

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.