TUroTUr5TpA6TUO7BSM0TfG0Ti==

22 Desa Tersapu Banjir & Longsor di Sumatera: Data Lengkap dari Mendagri, Dampak, dan Rencana Pemulihan


BANGSAHEBAT.COM
 - Pemerintah terus memperbarui data dan langkah penanganan pascabanjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan fakta mengejutkan: sebanyak 22 desa dinyatakan hilang tersapu banjir bandang dan longsor, fenomena yang mengguncang tatanan pemerintahan desa dan kehidupan masyarakat lokal. Dari total itu, 13 desa berada di Aceh, 8 di Sumut, dan 1 di Sumbar — dengan kerusakan paling parah terjadi di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. 

Dialog Berita: NALA, DARTO, dan LALA

NALA:
Selamat datang di NEWS NYA BANGSA! Saya NALA — hari ini kita bahas data terbaru yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, tentang 22 desa yang hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera. Ini bukan sekadar angka — tetapi gugurnya wilayah dan struktur sosial yang telah bertahun-tahun dibangun masyarakat lokal. 

DARTO:
Betul sekali, NALA. Data Kemendagri menunjukkan bahwa dari 22 desa yang hilang, Aceh menjadi yang paling parah terdampak dengan 13 desa, kemudian diikuti 8 desa di Sumatera Utara dan 1 desa di Sumatera Barat. Dampaknya lebih dari sekadar kehilangan permukiman — struktur pemerintahan desa juga ikut runtuh karena gedung pemerintahan rusak atau hilang. 

LALA:
Ini benar-benar tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut laporan, sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut ikut rusak, sehingga pemerintahan desa tidak berjalan secara normal setelah bencana. Itu artinya layanan masyarakat, administrasi, bahkan fungsi publik dasar terganggu. 

NALA:
Pemerintah tidak tinggal diam. Untuk mempercepat pemulihan, Kemendagri akan mengirim 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke wilayah terdampak terberat seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara mulai 3 Januari 2026. Mereka akan membantu membersihkan wilayah, mendukung administrasi warga, dan menghidupkan kembali fungsi pemerintahan desa. 

DARTO:
Ada dua misi utama praja IPDN ini: satu, membantu pembersihan dan pemulihan wilayah fisik yang hancur; dua, membantu restart pemerintahan desa agar layanan kepada warga seperti pencatatan sipil dan administrasi lain dapat segera berjalan kembali. 

LALA:
Proses pemulihan ini diharapkan memberi harapan baru bagi masyarakat terdampak. Tapi faktanya, pemulihan bukan hanya soal bangunan — tetapi juga dukungan sosial ekonomi dan psikologis kepada warga yang rumahnya hilang bersama desa mereka. 

NALA:
BENAR. Kita akan terus pantau langkah-langkah pemerintah dan dinamika pemulihan di wilayah-wilayah terdampak. Tetap bersama kami di NEWS NYA BANGSA

📌 Inti Berita: Fakta Singkat yang Perlu Kamu Tahu

✔️ 22 desa hilang karena banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar). 
✔️ Aceh menjadi wilayah dengan jumlah desa hilang terbanyak (13 desa). 
✔️ 1.580 kantor desa rusak, sehingga pemerintahan desa banyak yang lumpuh. 
✔️ Pemerintah akan mengirim 1.054 praja IPDN untuk membantu pemulihan administratif dan wilayah terdampak. 
✔️ Pemulihan bukan hanya fisik — tapi juga sosial dan layanan dasar yang cepat pulih sangat dibutuhkan warga.

Pastikan Selalu Berkomentar Yang Baik, Tidak Menyinggung Ras, Suku, Agama dan Rasis

DAFTARKAN DIRIMU MENJADI BAGIAN DARI BANGSA HEBAT DENGAN MENDAFTAR ID BANGSA HEBAT, ADA UNDIAN BERHADIAH DAN JUGA UANG JUTAAN RUPIAH SETIAP BULANNYA. DAFTAR KLIK DISINI Dan Cek Aktivasi ID Kamu Setelahnya Disini Setelah Tergabung dan Memiliki ID BANGSA HEBAT id.bangsahebat.com

https://www.bangsahebat.com/search/label/FOKUS%20BANGSA
https://www.bangsahebat.com/p/press-release-gerakan-bangsahebatcom.html

Type above and press Enter to search.